Investasi Saham Syariah: Keuntungan dan Risikonya
Investasi saham syariah belakangan semakin diminati oleh Masyarakat. Tertarik untuk mencobanya? Simak dulu informasi mengenai keuntungan dan risiko dari investasi saham syariah berikut ini.
Apa yang Dimaksud Saham Syariah?
Saham syariah mengacu pada saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Ini berarti perusahaan tidak boleh terlibat dalam bisnis yang dianggap haram menurut hukum Islam, seperti riba (bunga), perjudian (maysir), dan ketidakpastian berlebihan (gharar).
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Aplikasi Investasi yang Aman dan Legal
Secara resmi ada dua jenis saham syariah yang diakui di Indonesia. Pertama, saham yang tercatat oleh emiten atau perusahaan publik syariah sebagai saham syariah berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Syariah berupa Saham oleh Emiten Syariah atau Perusahaan Publik Syariah.
Kedua, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan Peraturan OJK No.35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.
Inilah 3 Keuntungan Berinvestasi Dengan Saham Syariah
Mengapa saham syariah bisa dijadikan opsi investasi yang tepat? Berikut ini adalah alasannya:
Patuh pada prinsip syariah Islam
Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya, saham syariah diterbitkan oleh perusahaan yang menjalankan usahanya sesuai dengan syariah Islam. Perusahaan itu berarti tidak terlibat praktik usaha dengan riba, judi, atau yang merugikan perusahaan.
Potensi pertumbuhan yang baik
Saham syariah, apalagi yang masuk dalam indeks saham syariah seperti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) atau Jakarta Islamic Index (JII), berpotensi untuk tumbuh dengan baik seiring dengan perkembangan ekonomi dan bisnis syariah.
Capital gain dan dividen
Sama seperi saham konvensional, saham syariah juga berpotensi menghasilkan keuntungan berupa capital gain (selisih harga jual dan beli) dan dividen (pembagian keuntungan perusahaan).
Inilah 3 Risiko Berinvestasi Dengan Saham Syariah
Seperti halnya saham konvensional, saham syariah punya risiko yang perlu dipahami oleh calon investor:
Risiko kepatuhan syariah
Perusahaan yang menerbitkan saham syariah harus selalu mematuhi prinsip syariah Islam. Inilah mengapa diperlukan dewan pengawas khusus mengingat adanya risiko ketidakpatuhan perusahaan.
Adanya capital loss
Risiko ini terjadi karena investor menjual saham dengan harga lebih rendah dibandingkan harga belinya. Hal tersebut bisa diakibatkan karena adanya penurunan nilai saham yang disebabkan beberapa kondisi khusus.
Risiko likuiditas
Saham syariah dapat mengalami risiko likuiditas, yaitu kondisi ketidakmampuan untuk menjual saham secara cepat dan dengan harga yang diinginkan. Risiko ini disebabkan karena kurangnya minat pembeli, peraturan pasar yang ketat, atau ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan penjualan saham.
BACA JUGA: Cara Investasi Saham Modal Kecil Untuk Pemula
Nah, itulah keuntungan dan risiko berinvestasi dengan saham syariah. Jika ingin berinvestasi dengan produk peer-to-peer lending, Easycash yang sudah berizin dan diawasi OJK bisa jadi opsi andalan.



