Zakat Fitrah: Arti, Perhitungan, dan Cara Pembayarannya
Berapa nilai zakat fitrah dan bagaimana cara pembayarannya? Dua pertanyaan itu kerap muncul dalam benak umat muslim saat bulan Ramadan tiba. Jika kamu ingin tahu beberapa detail terkait kewajiban bagi umat Islam, simak informasinya dalam artikel berikut.
Apa Itu Zakat Fitrah?
Dari segi etimologi, zakat berasal dari bentuk kata “zaka” yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Kata “zakat” sendiri mengandung harapan untuk memberoleh berkah, membersihkan jiwa, dan memupuknya berbagai kebaikan.
BACA JUGA: 9 Ide Jualan Bulan Puasa Dengan Modal Kecil
Zakat adalah rukun Islam keempat, berupa kewajiban mengeluarkan sebagian harta tertentu bagi Muslim yang memenuhi syarat (mampu, mencapai nisab atau batas minimal, dan haul 1 tahun) untuk diberikan kepada golongan yang berhak (mustahik).
Zakat Fitrah adalah salah satu jenis zakat yang wajib dikeluarkan umat muslim pada bulan Ramadan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Zakat Fitrah bersifat wahib bagi umat Muslim yang sudah dewasa dan memiliki rezeki. Zakat Fitrah bermanfaat bagi umah Muslim untuk menyucikan hati dan harta, serta bisa membantu orang lain yang membutuhkan.
Inilah Cara Perhitungan Zakat Fitrah yang Perlu Kamu Tahu
Ada dua cara perhitungan zakat fitrah yang perlu kamu tahu, berdasarkan perhitungan makanan pokok dan uang:
Cara perhitungan berdasarkan beras:
• Besaran: 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.
• Kualitas: Beras yang digunakan harus setara dengan yang dikonsumsi sehari-hari.
• Rumus: jumlah anggota keluarga x 2,5 kg
• Contoh: Inilah perhitungan zakat fitrah keluarga dengan 4 anggota:
Zakat per orang: 2,5 x Rp15.000=Rp37.500
Total: 4 x Rp37.500=Rp150.000
Cara perhitungan berdasarkan nilai uang
• Zakat Fitrah bisa diganti dengan uang senilai harga beras 2,5 kg per jiwa
• Rumus: jumlah anggota keluarga x uang seharga 2,5 Kg beras
• Contoh: Cara perhitungan zakat 4 orang anggota keluarga dengan harga beras Rp15.000/Kg.
Zakat per orang: 2,5 Kg x Rp15.000=Rp37.500
Total; 4 x Rp37.5000=Rp150.000
Begini Cara Pembayaran Zakat Fitrah
Inilah syarat dan ketentuan pembayaran Zakat Fitrah sesuai dengan ketentuan Islam yang perlu kamu ketahui:
1. Perhatikan makanan sehari-hari
Zakat Fitrah diambil dari makanan sehari-hari. Kalau kamu setiap hari makan nasi, berarti makanan pokok yang perlu kamu zakatkan adalah beras.
2. Hitunglah harga makanan sehari-hari
Jika kamu ingin membayar zakat dengan nominal uang tunai, kamu perlu melakukan perhitungan dengan harga makanan sehari-hari. Jumlah zakat adalah hasil dari biaya makanan pokok sehari dikalikan 2,5 Kg atau 3,5 liter.
3. Orang yang wajib kamu bayarkan Zakat Fitrahnya
Orang yang perlu kamu bayarkan Zakat Fitrahnya adalah dirimu sendiri. Jika punya tanggungan keluarga, kamu perlu membayarkan zakat fitrah untuk mereka. Kamu bisa bayarkan zakat Fotrah untuk orangtuamu.
4. Hitung Zakat Fitrah
Lakukan perhitungan untuk tanggungan yang perlu dibayarkan Zakat Fitrahnya. Perhitungannya adalah seberat beras 2,5 Kg atau 3,5 liter, atau nominal uang setara dengan harga beras.
5. Temukan Amil yang bisa dipercaya
Temukan dan tentukan Amil yang dapat kamu percaya. Kamu bisa membayar Zakat Fitrah di masjid terdekat lokasi tempat tinggalmu.Kamu juga bisa membayarkannya secara daring dan cepat pada layanan zakat online yang terpercaya.
6. Niat membayar Zakat Fitrah
Sebelum membayarkannya, jangan lupa untuk membaca niat bayar Zakat Fitrah: “Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.” Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Ta’ala.
BACA JUGA: 5 Tips Memulai Bisnis Untuk Pemula Dengan Modal Kecil
Nah, itulah arti, perhitungan, dan cara pembayaran zakat fitrah. Jika butuh solusi finansial untuk kebutuhan mendadak, Easycash tawarkan produk pinjaman dengan bunga relatif rendah dan pilihan tenor panjang.




