Back

Panduan Investasi Pemula: Jenis Investasi Paling Umum di Indonesia

Written by: Easycash Team
02 August 2026
Panduan Investasi Pemula: Jenis Investasi Paling Umum di Indonesia

Di kondisi ekonomi seperti sekarang, menabung saja memang tidak cukup. Namun, tidak semua orang tahu harus mulai dari mana. Artikel panduan investasi pemula ini hadir untuk menjawab kebutuhan itu, khususnya bagi kamu yang baru pertama kali mengenal investasi, tidak puas dengan hasil tabungan, atau memahami bagaimana uang bisa bertambah nilainya.

6 Jenis Investasi dan Produk Keuangan Paling Umum di Indonesia

Secara umum ada 6 (enam) jenis investasi dan produk keuangan yang bisa Anda pilih di Indonesia. Namun sebagai catatan, artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi atau keuangan dalam bentuk apa pun. Setiap produk keuangan memiliki risiko masing-masing.

1. Tabungan Bank

Pertama, ada tabungan bank. Tabungan bank adalah produk simpanan paling dasar yang tersedia di hampir semua bank di Indonesia. Dana bisa ditarik kapan saja tanpa penalti, menjadikannya instrumen paling likuid.

Modal awal: Umumnya bisa dibuka mulai dari Rp50.000 hingga Rp500.000 tergantung kebijakan bank. Beberapa bank digital bahkan menerima setoran awal Rp0.

Tingkat risiko: Sangat rendah. Simpanan di bank yang terdaftar dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.

Kelebihan:

  • Likuiditas tinggi, dana bisa Anda akses kapanpun dibutuhkan
  • Tidak perlu pengetahuan khusus untuk memulai
  • Cocok sebagai rekening operasional dan dana darurat jangka pendek

Profil pengguna yang sesuai: Siapa saja, terutama sebagai basis penyimpanan dana darurat sebelum mulai berinvestasi ke instrumen lain.

Baca Juga: Apa Syarat Pinjaman Online?

2. Deposito Berjangka

Cara investasi untuk pemula selanjutnya adalah dengan membeli deposito berjangka. Ini merupakan simpanan bank dengan jangka waktu tertentu, biasanya 1, 3, 6, atau 12 bulan. Dana dikunci selama periode tersebut, dan nasabah mendapat bunga yang sudah ditetapkan di awal. Jika Anda mencari produk keuangan untuk tujuan jangka pendek hingga menengah, deposito berjangka bisa jadi opsi menarik.

Modal awal: Bervariasi antar bank, umumnya mulai dari Rp1 juta–Rp10 juta untuk bank konvensional. Beberapa platform digital sudah memungkinkan deposito mulai dari jumlah yang lebih kecil.

Tingkat risiko: Rendah. Seperti tabungan biasa, simpanan deposito juga dijamin LPS selama memenuhi syarat.

Kelebihan: Bunga lebih tinggi dibanding tabungan biasa, umumnya 3%–6% per tahun Return bisa diprediksi karena sudah ditetapkan sejak awal Cocok untuk dana yang tidak perlu digunakan dalam waktu dekat

Profil pengguna yang sesuai: Individu yang ingin imbal hasil lebih baik dari tabungan, tapi belum siap mengambil risiko pasar.

3. Reksa Dana

Pilihan investasi untuk pemula selanjutnya adalah reksa dana. Reksa dana adalah wadah investasi kolektif di mana dana dari banyak investor dikumpulkan, lalu dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi (MI) yang telah berizin OJK. MI akan mengalokasikan dana tersebut ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang sesuai jenis reksa dana yang dipilih.

Modal awal: Bisa dimulai dari Rp10.000–Rp100.000 tergantung platform, menjadikannya salah satu instrumen paling aksesibel untuk investasi pemula.

Tingkat risiko: Bervariasi tergantung jenis. Reksa dana pasar uang paling rendah risikonya, sementara reksa dana saham memiliki potensi imbal hasil sekaligus risiko yang lebih tinggi.

Kelebihan:

  • Dikelola oleh profesional berpengalaman, tidak perlu repot analisis sendiri
  • Diversifikasi otomatis karena dana tersebar ke berbagai instrumen
  • Berbagai jenis tersedia: pasar uang (paling konservatif), pendapatan tetap, campuran, hingga saham (paling agresif)

Profil pengguna yang sesuai: Investor pemula yang ingin mulai berinvestasi tanpa harus memahami seluk-beluk pasar modal secara mendalam.

4. Investasi Saham

Membeli saham berarti membeli kepemilikan sebagian dari sebuah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nantinya Anda bisa mendapatkan keuntungan yang berasal dari pembagian laba perusahaan (dividen) atau kenaikan harga saham (capital gain).

Modal awal: Saat ini, banyak aplikasi sekuritas berizin OJK yang memungkinkan pembelian saham dengan modal awal mulai dari Rp100.000, karena satuan terkecil pembelian adalah 1 lot (100 lembar).

Tingkat risiko: Tinggi. Harga saham bisa bergerak sangat cepat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kinerja perusahaan, kondisi ekonomi makro, hingga sentimen pasar global.

Kelebihan:

  • Potensi imbal hasil jangka panjang yang signifikan, terutama untuk saham blue chip perusahaan besar dan stabil
  • Bisa memberikan penghasilan pasif melalui dividen
  • Dapat diperjualbelikan kapan saja selama jam bursa

Profil pengguna yang sesuai: Cocok untuk investasi pemula, tapi sudah memiliki dana darurat dan siap berinvestasi jangka panjang, minimal 5 tahun ke atas.

5. Investasi Emas

Emas adalah salah satu aset riil paling klasik yang berfungsi sebagai pelindung nilai (hedge) terhadap inflasi. Di Indonesia, emas bisa dibeli dalam bentuk fisik (logam mulia Antam) maupun digital melalui platform seperti Pegadaian Digital.

Harga emas cenderung stabil dalam jangka panjang dan historis cenderung naik, meskipun tetap bisa mengalami fluktuasi jangka pendek mengikuti kondisi ekonomi global. Inilah yang membuatnya banyak jadi pilihan investasi di tengah fluktuasi ekonomi.

Modal awal: Emas fisik Antam bisa dibeli mulai dari gramasi 0,5 gram. Per Juni 2026, harga emas Antam berada di kisaran Rp2.668.000 per gram. Untuk emas digital, beberapa platform memungkinkan pembelian mulai dari Rp10.000.

Tingkat risiko: Rendah hingga menengah

Kelebihan:

  • Likuid, mudah dijual kembali di mana saja
  • Nilai cenderung stabil dan tahan terhadap inflasi jangka panjang
  • Tidak memerlukan pengetahuan teknis yang rumit.

Profil pengguna yang sesuai: Investor yang ingin menyimpan nilai aset dalam jangka menengah hingga panjang dengan risiko yang lebih terukur.

Baca Juga: 7 Aplikasi Pinjol Bunga Rendah Tenor 12 Bulan Untuk Modal Usaha

6. Pendanaan (Fintech Lending/LPBBTI)

Pendanaan atau fintech lending merupakan layanan keuangan berbasis teknologi yang mempertemukan pemberi dana (pendana) dengan penerima dana (peminjam) melalui platform digital. Di Indonesia, layanan ini dikenal sebagai Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) dan diatur oleh OJK melalui POJK Nomor 40 Tahun 2024.

Industri fintech lending di Indonesia terdiri dari berbagai penyelenggara yang telah memperoleh izin dari OJK, termasuk platform yang menerapkan prinsip syariah. Untuk informasi terbaru mengenai ketentuan regulasi, biaya pendanaan, dan batas maksimum manfaat ekonomi, silakan merujuk pada dokumen resmi yang diterbitkan oleh OJK.

Referensi: SEOJK 19-SEOJK.06-2023 Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).pdf

Modal awal: Bergantung pada platform, umumnya bisa dimulai dari nominal yang relatif kecil sebagai pendana.

Tingkat risiko: Menengah hingga tinggi.

Kelebihan:

  • Potensi imbal hasil yang kompetitif dibanding produk konservatif seperti deposito
  • Berkontribusi langsung pada inklusi keuangan dan pembiayaan UMKM Indonesia
  • Dapat dilakukan sepenuhnya secara digital

Profil pengguna yang sesuai: Investor yang sudah memiliki pemahaman risiko dan ingin mendiversifikasi portofolio, sekaligus berkontribusi pada pembiayaan sektor produktif dan UMKM.

Tabel Ringkasan 6 Jenis Investasi

Catatan: tabel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Panduan Umum Menghindari Kesalahan Investasi untuk Pemula di Indonesia

Agar tidak terjerumus pada investasi yang keliru, inilah panduan investasi yang bisa disimak oleh pemula:

Kesalahan Pola Pikir yang Umum

Bagi investasi pemula, godaan terbesar sering bukan soal instrumen yang dipilih, tapi pola pikir yang keliru dari awal, seperti:

  • Menunggu sampai punya uang "cukup": Investasi tidak harus menunggu gaji besar. Karena kini ada banyak produk keuangan yang cocok untuk investasi pemula dengan modal kecil.

  • Mengejar imbal hasil tertinggi tanpa memahami risikonya: Jika ada tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan 20–50% per bulan dengan risiko nol, itu bukan peluang, itu tanda bahaya. Setiap imbal hasil selalu berbanding lurus dengan risiko yang menyertainya.

  • FOMO (Fear of Missing Out): Beli saham atau kripto karena viral di media sosial tanpa riset dan memahami risikonya.

  • Tidak punya tujuan yang jelas: Hanya berinvestasi tanpa Investasi tanpa tujuan. Padahal setiap instrumen memiliki karakteristik berbeda, sesuai tujuan investasinya.

Saran Praktis Investasi Pemula

  • Mulai dengan membangun dana darurat terlebih dahulu: Idealnya setara 3–6 bulan pengeluaran.

  • Pilih hanya platform dan lembaga keuangan yang berizin resmi OJK: Sebelum menggunakan layanan apapun, verifikasi statusnya di situs resmi OJK.

  • Diversifikasi, tapi jangan terlalu banyak sekaligus: Mulai dari 1–2 instrumen, pahami betul, baru ekspansi.

  • Reinvestasikan imbal hasil: Kekuatan investasi ada pada efek compounding, yaitu bunga berbunga. Semakin konsisten Anda reinvestasi, semakin besar efeknya dalam jangka panjang.

  • Tingkatkan literasi keuangan secara aktif: Investasi terbaik pertama adalah pada pengetahuan Anda sendiri.

Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Syarat Pengajuan Pinjaman Easycash

Kesimpulan

Investasi pemula tidak harus rumit atau dimulai dengan modal besar. Hal yang paling penting adalah memulai dengan bijak. Pahami instrumennya, kenali risikonya, dan pilih platform yang berizin resmi OJK.

Di Easycash, kami berkomitmen mendukung perjalanan finansial masyarakat Indonesia melalui layanan pinjaman daring yang transparan, cepat, dan berizin OJK. Jika Anda sedang membutuhkan dana segar untuk berbagai kebutuhan produktif, layanan kami bisa menjadi solusi keuangan yang bisa diandalkan.

Download
Download App
Google Play
Google Play QR
App Store
App Store QR