Berkenalan Dengan Fintech Data Center: Solusi Menekan Risiko Gagal Bayar
Fintech Data Center, atau juga lebih dikenal dengan istilah “FDC”, adalah sebuah solusi yang ditawarkan oleh AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) demi menciptakan industri teknologi finansial yang berkelanjutan. Apa saja fungsinya? Bagaimana cara kerjanya? Simak informasi lebih lanjut dalam artikel berikut:
Apa Itu Fintech Data Center (FDC)?
FDC, yang merupakan singkatan “Fintech Data Center”, adalah pusat data nasional yang dikelola bersama oleh para pelaku industrii teknologi finansial khususnya bagi yang bernaung di bawah AFPI.
FDC berfungsi sebagai wadah penyimpanan dan pertukaran data terpusat bagi seluruh platform teknologi finansial di Indonesia. FDC menjadi bagian dari Upaya pelaku industri untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan mitigasi risiko dalam industry teknologi finansial.
Pengelolaan FDC dilaksanakan oleh AFPI namun penggunaan aksesnya dibatasi sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
3 Fungsi Utama FDC
Sebagai pusat data bersama, FDC memiliki beberapa peran strategis. Berikut ini adalah tiga di antaranya:
Mencegah pinjaman ganda
Data yang ada dalam FCD bisa digunakan untuk mendeteksi dan mencegah peminjam yang mengajukan pinjaman pada banyak platform sekaligus.
Menyediakan data kredit alternatif
Ada banyak pengguna layanan teknologii finansial yang belum dijangkau oleh layanan jasa keuangan. FDC menyediakan data alternatif untuk menilai keyakan kredit seseorang.
Mendukung pengawasan regulator
Dengan data yang terpusat dan terintegrasi, FDC memudahkan OJK dan lembaga pengawas lain dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas berbagai layanan teknologi finansial.
Inilah Beberapa Jenis Data yang Dikelola Fintech Data Center
Ada beberapa data penting yang dikelola oleh FDC, antara lain:
Data Identitas dan NIK
Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi basis data utama yang dikelola FDC. Data ini tersimpan dengan sistem terenkripsi demi menjamin keamanan dan privasi pengguna layanan jasa keuangan.
Data pinjaman aktif dan Riwayat pembayaran
Semua data pinjaman aktif dan juga riwayat pembayaran peminjam di seluruh platform fintech lending turut tercatat di FDC. Ini termasuk jumlah pinjaman, tenor, status pembayaran, serta adanya keterlambatan atau gagal bayar.
Tanda potensi risiko kredit
Dengan algoritma yang berbasis big data, FDC dapat mengidentifikasi pola risiko, seperti perilaku mengajukan pinjaman secara simultan, rotasi kredit yang mencurigakan, dan permintaan dana secara mendadak dengan pola berulang.
BACA JUGA: Apakah Aman Melakukan Pendanaan di Easycash? Berikut Penjelasannya
Nah, itulah sekilas informasi tentang Fintech Data Center yang perlu diketahui oleh pengguna layanan teknologi finansial. Jika butuh solusi finansial untuk kebutuhan mendesak, Easycash yang sudah berizin dan diawasi OJK bisa jadi opsi andalan.



