Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk Beserta Cara Hitungnya
Istilah bunga tunggal dan bunga majemuk tentu sudah tidak asing lagi. Apalagi, bagi kamu yang gemar berinvestasi atau tengah memiliki angsuran kredit. Apa saja perbedaannya? Bagaimana cara berhitungnya? Simak informasi singkatnya dalam artikel berikut.
Definisi Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
Bunga tunggal adalah bunga yang perhitungannya hanya berdasarkan pada jumlah modal awal selama periode waktu tertentu dan persentase bunganya yang selalu tetap.
BACA JUGA: Perlu Tahu, Inilah Cara Menghitung Bunga Pinjaman!
Sedangkan bunga majemuk adalah tipe bunga yang besarannya akan muncul pada setiap akhir suatu periode, dan memengaruhi besaran modal serta bunga pada setiap waktu. Besar modal dan bunga akan bertambah pada setiap akhir periodenya.
Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
Perbedanaan bunga majemuk dan bunga Tunggal ada pada besaran modal pada periode berikutnya. Modal awal jika dikenai bunga majemuk, maka pada periode selanjutnya modal awal akan bertambah. Sedangkan besaran modal awal jika dikenai bunga Tunggal, maka modal awal di periode selanjutnya akan tetap sama seperti modal awal.
Jika dibandingkan dengan bunga Tunggal, bunga majemuk menawarkan keuntungan yang lebih tinggi. Akan tetapi, keduanya punya kesamaan, yaitu semakin lama periode investasi berlangsung maka keuntungan yang didapatkan dari dua tipe bunga ini juga akan semakin tinggi.
Cara Hitung Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
Bunga tunggal punya cara perhitungan yang sederhana. Berikut adalah rumusnya: B= M x i x l B= Bunga M= Modal i= Persentase bunga l= Lama pembungaan
Misalnya, Dedi menempatkan deposito sebesar Rp10.000.000 di sebuah bank. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dengan bunga tunggal sebesr 10% per tahun. Jika dia berencana mencairkan seluruh depositonya 5 tahun yang akan datang, maka berapa jumlah uang yang didapatkan Dedi?
Bunga yang akan didapatkan Dedi: B=Rp10.000.000 x 10% x 5 B=Rp5.000.000
Jadi, total imbal balik bali yang akan didapatkan Dedi setelah menyimpan uang deposito di bank selama 5 tahun adalah: Rp10.000.000 + Rp5.000.000 = Rp15.000.000
Bagaimana cara perhitungan rumus bunga majemuk:
Mn = Mo x (1 + i)n Mn= Modal akhir tahun ke-n Mo= Modal awal i+ Persentase bunga (dalam desimal) n= Perioode ke-n (biasanya dalam tahun)
Contohnya, Boby punya uang Rp10.000.000 dan berencana untuk berinvestasi pada bisnis kosmetik temannya. Jika teman Boby menjanjikan bunga majemuk sebesar 10% per tahun, berikut ini adalah penghitungan keuntungan yang akan didapatkan Boby setelah berinvestasi selama 5 tahun:
Nilai Mn= Rp10.000.000 x (1+01)5 Mn= Rp10.000.000 x 1,61 Mn=Rp16.100.000
Jadi, keseluruhan uang yang dimiliki oleh Boby pada tahun kelima adalah Rp16.100.000 dengan keuntungan sebanyak Rp6.100.000.
BACA JUGA: Sertifikat Deposito Adalah: Arti, Karakteristik, dan Kelebihhannya
Nah, itulah definisi dan cara kerja bunga Tunggal dan bunga majemuk. Jika butuh solusi finansial untuk kebutuhan mendesak, Easycash yang sudah berizin dan diawasi OJK bisa jadi opsi andalan.



