Kembali

8 Jenis Pinjaman dengan Jaminan Beserta Syarat dan Risikonya

Oleh ANUGRAH
26 Juli 2026
8 Jenis Pinjaman dengan Jaminan Beserta Syarat dan Risikonya

Pinjaman dengan jaminan atau secured loan adalah kredit yang mensyaratkan aset tertentu sebagai agunan, mulai dari rumah hingga emas. Bunganya bisa lebih rendah dan plafon bisa lebih besar dibanding pinjaman tanpa agunan. Namun jika gagal bayar, aset bisa hilang. Artikel ini membahas 8 jenis pinjaman dengan memakai jaminan yang umum di Indonesia beserta syarat dan risikonya.

8 Jenis Pinjaman dengan Jaminan di Indonesia

1. Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah (Kredit Multiguna/KMG)

Kredit Multiguna (KMG) memungkinkan pemilik properti meminjam dana dengan menjadikan sertifikat rumah, baik SHM (Sertifikat Hak Milik) maupun SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan), sebagai agunan.

  • Syarat: Sertifikat atas nama pemohon sendiri, bukti penghasilan tetap, dan biasanya usia bangunan serta lokasi yang sesuai kriteria bank.
  • Kelebihan: Plafon yang ditawarkan bisa sangat besar, bahkan mencapai miliaran rupiah tergantung nilai appraisal properti.
  • Risiko: Jika gagal bayar, bank berhak melakukan eksekusi jaminan melalui mekanisme lelang sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Artinya, rumah yang sudah ditempati bertahun-tahun bisa berpindah tangan.

2. Pinjaman dengan Jaminan BPKB Kendaraan

Salah satu jenis jaminan kredit Indonesia yang paling populer adalah BPKB kendaraan, baik motor maupun mobil.

  • Syarat: BPKB asli, kendaraan terdaftar atas nama peminjam, dan biasanya kendaraan masih dalam kondisi layak pakai.
  • Kelebihan: Proses pencairan relatif cepat dibanding jaminan properti karena appraisal kendaraan lebih sederhana.
  • Risiko: Kendaraan bisa disita oleh lembaga pembiayaan jika kredit macet. Anda bisa kehilangan alat transportasi.

3. Pinjaman dengan Jaminan Deposito

Bagi yang memiliki simpanan deposito aktif, dana tersebut bisa dijadikan agunan kredit tanpa harus mencairkan deposito itu sendiri.

  • Syarat: Deposito aktif di bank yang sama dengan penyedia kredit, dengan nilai pinjaman umumnya tidak melebihi nilai pokok deposito.
  • Kelebihan: Risiko kredit jauh lebih rendah dari sisi bank, sehingga bunga yang ditawarkan biasanya jauh lebih stabil dan kompetitif dibanding jenis pinjaman lainnya.
  • Risiko: Dana deposito akan diblokir atau ditahan oleh bank sampai pinjaman benar-benar lunas, sehingga likuiditas dana tersebut tidak bisa diakses selama periode kredit berjalan.

4. Pinjaman dengan Jaminan Emas (Gadai Emas)

Gadai emas adalah salah satu contoh jaminan paling klasik dan masih sangat populer di Indonesia, terutama melalui Pegadaian.

  • Syarat: Emas batangan atau perhiasan dengan kadar tertentu, beserta bukti kepemilikan jika diperlukan.
  • Kelebihan: Pencairan sangat cepat, bahkan bisa selesai dalam hitungan jam pada hari yang sama.
  • Risiko: Jika tidak ditebus sesuai jangka waktu yang disepakati, emas akan dilelang oleh pihak pemberi gadai untuk menutup kewajiban yang belum terbayar.

5. Pinjaman dengan Jaminan Surat Berharga

Bagi investor yang memiliki portofolio saham, obligasi, atau Surat Berharga Negara (SBN), instrumen ini bisa dijadikan agunan tanpa harus menjualnya.

  • Syarat: Portofolio investasi aktif di bank atau perusahaan sekuritas yang bekerja sama dengan pemberi kredit.
  • Kelebihan: Peminjam tetap bisa mendapatkan potensi return investasi (dividen, kupon, atau capital gain) sembari mengakses likuiditas dari aset yang sama.
  • Risiko: Nilai aset di pasar modal bisa berfluktuasi (market risk). Jika nilai jaminan turun signifikan, pemberi pinjaman bisa meminta tambahan jaminan atau melakukan margin call.

6. Pinjaman dengan Jaminan Mesin atau Aset Usaha

Pembiayaan berbasis aset (asset-based lending) seperti mesin produksi atau alat berat banyak digunakan oleh pelaku usaha skala menengah ke atas.

  • Syarat: Mesin produksi atau alat berat dengan bukti kepemilikan dan nilai appraisal yang jelas.
  • Kelebihan: Cocok untuk UMKM dan pelaku industri yang membutuhkan modal kerja besar tanpa harus menjaminkan properti pribadi.
  • Risiko: Jika gagal bayar, aset operasional yang menjadi tulang punggung produksi bisa disita, yang berpotensi menghentikan operasional usaha sepenuhnya.

7. Pinjaman dengan Jaminan Invoice (Invoice Financing)

Diantara jenis-jenis jaminan fisik lainnya, invoice financing menggunakan tagihan (invoice) perusahaan yang belum dibayar pelanggan sebagai jaminan pendanaan.

  • Syarat: Invoice aktif dari pelanggan korporat yang kredibel, biasanya disertai bukti transaksi dan kontrak kerja sama.
  • Kelebihan: Memberikan likuiditas cepat bagi bisnis yang arus kasnya tertahan karena menunggu pembayaran invoice, tanpa harus menjaminkan aset fisik perusahaan.
  • Risiko: Jika pelanggan akhirnya gagal membayar invoice tersebut, risiko bisa berpindah ke peminjam tergantung skema yang disepakati (recourse atau non-recourse financing).

8. Pinjaman dengan Jaminan Pihak Ketiga (Personal Guarantee)

Personal guarantee adalah skema di mana individu atau perusahaan lain bertindak sebagai penjamin atas kewajiban kredit peminjam utama.

  • Syarat: Penjamin dengan kapasitas finansial yang memadai dan bersedia menandatangani perjanjian penjaminan secara hukum.
  • Kelebihan: Tidak selalu membutuhkan aset fisik sebagai jaminan, cocok untuk peminjam yang belum memiliki aset bernilai tapi memiliki relasi yang bersedia menjamin.
  • Risiko: Jika peminjam utama gagal bayar, penjamin secara hukum ikut bertanggung jawab penuh atas pelunasan kewajiban tersebut, bahkan bisa berdampak pada aset pribadi penjamin.

Syarat Umum Mengajukan Pinjaman dengan Jaminan

Terlepas dari jenis agunannya, hampir semua pinjaman yang menggunakan jaminan, akan mensyaratkan kelengkapan dokumen berikut:

  • Identitas lengkap berupa KTP dan NPWP
  • Bukti penghasilan tetap seperti slip gaji atau laporan keuangan usaha
  • Dokumen kepemilikan aset yang akan diagunkan artinya dijadikan jaminan kredit seperti sertifikat, BPKB, atau bukti kepemilikan lainnya
  • Riwayat kredit yang tercatat di SLIK OJK
  • Menjalani proses appraisal atau penilaian aset oleh pihak independen yang ditunjuk lembaga keuangan.

Risiko Utama Pinjaman dengan Jaminan

Inilah beberapa risiko pinjaman yang menggunakan jaminan:

  • Kehilangan aset: Ini adalah risiko paling fundamental. Rumah, kendaraan, atau emas yang dijaminkan bisa berpindah tangan jika kewajiban kredit tidak terpenuhi sesuai kesepakatan.
  • Biaya tambahan di luar pokok pinjaman: Selain bunga, ada biaya administrasi, biaya appraisal aset, dan dalam banyak kasus biaya asuransi yang wajib disertakan, terutama untuk jaminan properti dan kendaraan.
  • Proses pencairan lebih lama: Dibanding pinjaman tanpa agunan, proses appraisal dan verifikasi dokumen kepemilikan aset memerlukan waktu yang tidak sebentar, bisa beberapa hari hingga minggu.
  • Tekanan finansial jika gagal bayar: Selain risiko kehilangan aset, status kredit macet juga akan tercatat di SLIK OJK, yang berdampak pada kemampuan mengakses kredit di masa depan.

Solusi Alternatif: Pinjaman Tanpa Jaminan untuk Kebutuhan Mendesak

Tidak semua orang memiliki aset yang bisa dijaminkan, dan tidak semua kebutuhan mendesak bisa menunggu proses appraisal yang panjang. Biaya kesehatan yang harus dibayar hari ini, kebutuhan pendidikan anak yang sudah jatuh tempo, atau modal usaha kecil yang harus segera tersedia adalah situasi di mana proses pinjaman yang memakai jaminan terasa terlalu lambat.

Di sinilah pinjaman tanpa agunan menjadi alternatif yang lebih relevan untuk kebutuhan jangka pendek dan mendesak.

Easycash: Solusi Pinjaman Tanpa Jaminan yang Berizin OJK

Easycash adalah Pinjaman daring yang telah berizin dan diawasi OJK, memberikan solusi dana cepat tanpa agunan. Sebagai Aplikasi pinjaman mudah, Easycash menawarkan Persetujuan pinjaman cepat, Cair Cepat, Syarat Gampang, dan dana bisa cair ke rekening anda dalam waktu kurang dari 24 jam. Dengan Limit sekarang hingga 100 juta serta Pinjaman bunga rendah, Easycash membantu memenuhi berbagai kebutuhan finansial secara praktis, dijamin, dan Gak Pake Ribet.

Referensi:

https://www.ocbc.id/id/article/2021/03/23/kredit-multi-guna

https://idscore.id/articles/kredit-multiguna-jaminan-biaya-dan-syaratnya

https://www.baf.id/article/perbedaan-pinjaman-dana-jaminan-bpkb-motor-dan-mobil

https://www.dbs.id/digibank/id/id/articles/apakah-deposito-bisa-jadi-jaminan-kredit-ini-jawabannya

https://pegadaian.co.id/artikel/edukasi/gadai-emas-angsuran

https://www.chubb.com/id-id/articles/personal/apa-itu-pinjaman-dengan-agunan-ini-jenis-dan-contohnya.html

https://afpi.or.id/articles/detail/invoice-financing-apa

https://pdb-lawfirm.id/personal-guarantee-dalam-perjanjian-kredit/

https://ojk.go.id/id/regulasi/Pages/POJK-40-2024-LPBBTI.aspx

https://easycash.id/blog/apakah-easycash-resmi-terbaru-2026

Download
Download App
Google Play
Google Play QR
App Store
App Store QR