

Tim Eksekutif
Pemegang Saham
Mitou Hongkong Limited
Mitou Hongkong Limited ("Mitou") adalah salah satu pemegang saham PT Indonesia Fintopia Technology ("Fintopia Indonesia") yang berdomisili di LAT / RM 1907 19 / F, Lee Garden One, 33 Hysan Avenue, Causeway Bay, Hong Kong. Mitou memiliki legalitas sebagai badan hukum di Hong Kong yang terdaftar pada 24 Juli 2015. Mitou memiliki 85% dari total saham Fintopia Indonesia yang terdiri dari 1.275.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp12.750.000.000.

Freddy Karyadi
Freddy Karyadi merupakan salah satu pemegang saham Fintopia Indonesia yang memiliki 15% dari total saham yang terdiri dari 225.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp2.250.000.000. Beliau juga merupakan salah satu dewan komisaris Fintopia Indonesia yang memberikan kontribusi besar bagi Fintopia Indonesia.
Dewan Komisaris

Jimmy Gani
Komisaris UtamaSebelum menjabat sebagai Komisaris Utama di Easycash, Jimmy Gani berperan sebagai Penasihat Senior di Easycash. Ia juga merupakan pendiri dan CEO Orbitin Indonesia. Jimmy Gani juga menjabat sebagai Komisaris Utama Proven Force Indonesia, JG Corp, dan JG Foundation, serta Komisaris di Daniprisma Mitra Group dan Penasihat Senior untuk Tip Top Supermarket. Pada tahun 2009, saat menjabat sebagai Direktur Utama di Sarinah, Jimmy Gani dinobatkan sebagai Direktur Utama termuda sepanjang sejarah BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Dari tahun 2014 hingga 2019, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif & CEO Sekolah Bisnis Internasional IPMI. Dari tahun 2016 hingga 2019, Jimmy Gani menjabat sebagai Penasihat Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Selama ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama Taman Ekonomi Kreatif YIP-SIP. Jimmy Gani meraih gelar Master di bidang Administrasi Publik dari Harvard University, Kennedy School of Government, dan Bachelor of Arts di bidang Ekonomi dari San Francisco State University. Saat ini, Jimmy Gani menjabat sebagai Presiden ALUMNAS yang merupakan Ikatan Alumni bagi orang Indonesia yang menjalani pendidikan di Universitas di Amerika Serikat.

Freddy Karyadi
KomisarisFreddy telah berpraktik hukum di Indonesia selama lebih dari dua dekade. Beliau juga merupakan salah satu pionir yang berfokus pada Industri Digital dan mengepalai tim praktik Fintech. Dia memimpin tim ABNR dalam menangani banyak perusahaan dengan latar belakang Fintech dan teknologi. Freddy adalah anggota dewan AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia) dan juga Dewan Editorial Journal of Derivatives and Financial Instruments of the International Bureau of Physical Documentation. Beliau secara konsisten dinilai sebagai pengacara top oleh beberapa publikasi Internasional termasuk Legal500, Jurnal Hukum Bisnis Asia (Vantage Asia), IFLR 1000, dan Asialaw selama setengah dekade terakhir.

Nadjib Riphat Kesoema
Komisaris IndependenBeliau pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Australia, Vanuatu, Uni Eropa, Belgia, dan Luksemburg. Sepanjang karirnya, Nadjib telah menerima penghargaan budaya dari negara Belgia, yaitu Chevalier d'honorarium, Haute Confrerie Royal du Noble Corcieli dari Kota Oostende, dan Ordo St. Gregorius Agung II dari Tahta Suci oleh Paus Yohanes Paulus II. Duta Besar Nadjib pernah menjabat sebagai Deputi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada tahun 2011. Beliau juga pernah mewakili Indonesia dan memimpin beberapa forum internasional. Sebelumnya, selama dua tahun lebih, Duta Besar Nadjib sudah berkontribusi sebagai Penasihat Senior di Easycash. Pada bulan Oktober 2025, sesuai hasil Uji Kepatutan dan Kelayakan yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Beliau secara efektif menjabat sebagai Komisaris Independen Easycash.
Dewan Direksi

Nucky Poedjiardjo
Direktur UtamaSebelum menjalani perannya saat ini di Easycash, Nucky Poedjiardjo merupakan Direktur Utama dari UangMe. Selain itu, Ia juga merupakan pendiri dari platform rumah123 dan mobil123. Ia juga merintis layanan siaran konten video pertama di Indonesia, Nonton.com. Pada tahun 2015, Nucky menjadi Co-Founder dari Bosbis, platform penjualan tiket bus berbasis SaaS. Nucky Poedjiardjo memiliki banyak pengalaman dalam mendirikan dan mengelola usaha rintisan. Di bawah kepemimpinannya, ia yakin bahwa Easycash bisa menjadi layanan teknologi finansial terkemuka dan diakui secara global.

Hu ZeZhong
DirekturSebelum menempati posisi Direktur, Hu Zezhong sempat menjabat sebagai Tech Lead sejak awal berdirinya Easycash. Sebagai seorang engineer, dia memiliki banyak pengalaman terutama dalam bidang teknologi. Hu Zezhong mengawali kariernya sebagai Software Engineer di Shanghai Alcatel Network Support System Co., Ltd dari 2007 hingga 2009. Setelahnya, dari 2010 hingga 2015, dia bekerja sebagai Engineer di SAP, sebuah perusahaan di Tiongkok yang berfokus pada bidang perbankan dan sekuritas. Dari pengalaman kerja sebelumnya, Hu Zezhong mendapatkan banyak pengetahuan seputar aspek kepatuhan dan integrasi sistem dalam bidang perbankan. Sebagai direktur, ia berharap bisa berkontribusi besar dalam pengembangan bisnis Fintopia Indonesia di masa depan.

Harza Sandityo
DirekturHarza lulus dari Universitas Indonesia sebagai Sarjana Hukum, dengan fokus pada Hukum Internasional. Beliau memulai kariernya sebagai profesional hukum dan kepatuhan di sejumlah bank multinasional, termasuk Citibank N.A. dan Bank Commonwealth. Pengalamannya dalam tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan regulasi industri keuangan semakin luas melalui perannya sebagai Compliance & Legal di BNP Paribas Investment Partners; serta Sekretaris Perusahaan di Maybank Indonesia. Sejak 2018, Harza berkiprah di industri fintech, khususnya sektor peer-to-peer lending. Ia terlibat dalam pengembangan Alami Sharia, sebuah platform pembiayaan berbasis syariah, dengan fokus pada aspek operasional, kepatuhan, serta pengelolaan tata kelola yang sesuai dengan ketentuan regulator. Pada Oktober 2025, Harza resmi dikukuhkan sebagai Direktur Easycash setelah dinyatakan lulus dalam Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



